Rabu, 07 Desember 2011

Pangkur Cinta di Tepi Senja

oleh: Giyarno Emha


(satu)
lima buhul luka dunia
lima luka si Anak Domba
kuhela-hela
ke lima benua
ke lima samudera

seperti warna-warni cahaya
yang turun menjelang senja
waktu dewa menurunkan Kata

(dua)
lima roh rimba
yang menghuni alam samar
seperti serigala lapar
yang memangsa jiwa

ah, siapakah aku siapakah kamu
hanya bayang-bayang Yudas
hanya bayang-bayang Kain
hanya bayang-bayang cemas
hanya bayang-bayang dingin

sebelum terempas
kandas dalam labirin

(tiga)
mungkin hanya ada musim
mungkin hanya ada angin
mungkin tak pernah ada Ada
mungkin senantiasa ada Tiada

aku butuh vodka
untuk jiwaku yang dahaga

(empat)
lima buhul luka dunia
lima luka si Anak Domba
kuhela-hela ke padang-padang
sebelum pulang
ke Eden atau Saritem
dan Adam bertanya
: di mana Hawa?

(lima)
hanya gaung sunyi
sampai di sini
(1988 – 1990)
Antologi 20 Penyair, Juli 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar