oleh: Giyarno Emha
Semi lalu menonggak dalam sepi
Musim yang tiba pada pucuk cemara
Mungkin tahun saling berbagi
Ombak yang resah, setangkai duka
Begitulah, gelombang laut memantai
Seperti kita yang bersiap ke sebuah benua
Harus pergi, mengembara
Begitulah, fatwa sebuah Kota
Adangan nasib dan hidup gempita
Bangun dalam ketersentakan
: Tawa kanak-kanak lepas dari mimpi manikam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar