Rabu, 07 Desember 2011

Lagu Pagi Sesudah Sarapan

oleh: Giyarno Emha


“Hidup kita mulai!” katamu. Aku gagu dan tak mengerti
sesudah sarapan dan membuka koran pagi, setelah bosan
bercumbu semalaman dan letih untuk melanjutkan
perjalanan, sesudah jemu pada jarum jam dan dunia
yang penat dengan sendirinya, masihkah harus berangkat
ke mana-mana, ketika kota lupa pada penanggalan
stasiun-stasiun tak lagi menyiapkan kereta dan
terminal-terminal menunda keberangkatan dan orang-orang
bingung melancong ke jagat tak bertuan
“Hidup kita sudahi!” katamu. Aku bengong dan tak paham
sedangkan meja makan berantakan oleh piring kotor
dan aneka sampah setelah melahap hutan, sungai dan lautan
Dari koran terbaca, para petani kehilangan lahan
para nelayan kehilangan ikan, para buruh kena PHK
dan kita pun sibuk menghitung hari-hari
yang tanggal dari pohon kehidupan
(Aku menutup koran dan tersaruk-saruk di jalan-jalan
keasingan. Mungkin siang atau malam kauakan bergegas
ke rumah sakit untuk meratapi jiwaku yang meranggas
digilas-gilas kekosongan!)
(1986)
Antologi 20 Penyair, Juli 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar