oleh: Giyarno Emha
kepada beni setia
kepada beni setia
kaumengajakku berangkat ke negeri jauh
menggugat langit dan menonjok matahari
merengkuh lembah dan semak-semak kota
dan kaubercerita tentang rahasia fitri
hakikat kehadiran kita di sini
ah, hijaunya pohonan dan nyanyian burung kepodang
yang kaukira melintas di depan jendela kamarmu
ketika kautermangu, menulis sajak sufi
hanyalah desir angin malam
kulihat kaumenguap dan menggeliat
“Aku lelah dalam pencarian!” bisikmu
kutunjuk poster wanita dan kautertawa
“Istriku ada tidak di mana-mana!” katamu
di Soreang
sunyimu pun mengejang
(Agustus 1985)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar