oleh: Giyarno Emha
sehamparan duka, Cintaku, membuncah dalam kenang
catatan kuning dan daun-daun kering
musim pun susut di luar dinding
peristiwa dan waktu beruntun pergi
dan selalu bakal kembali
adakah damai yang teduh merentang, antara aku dan kamu
kota-kota tegak tetapi sunyi bersipongang
azan subuh sekarang
begitu mendadak pagi kembali, Cintaku, pagi kembali
mesti kuluinaskan janji Alam, perjalananku yang panjang
(1981)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar