oleh: Giyarno Emha
angin itu itu meronta ketika langit menguap
angin itu itu meronta ketika langit menguap
oleh kantuk yang berat
dan dengan diam-diam matahari menyusupkan wajahnya
di belakang hutan
tanpa meninggalkan bekas, selain jejak perjalanan
yang tertunda
sementara malam dinyalakan kunang-kunang
satu dua
menggelepas di bumi kita yang kelam
dan
hingga kini kita masih saja menanti
perjalanan yang tak pernah selesai
: esok pagi!
(1979)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar