Rabu, 07 Desember 2011

Senja

oleh: Giyarno Emha


angin itu itu meronta ketika langit menguap
oleh kantuk yang berat
dan dengan diam-diam matahari menyusupkan wajahnya
di belakang hutan
tanpa meninggalkan bekas, selain jejak perjalanan
yang tertunda
sementara malam dinyalakan kunang-kunang
satu dua
menggelepas di bumi kita yang kelam

dan
hingga kini kita masih saja menanti
perjalanan yang tak pernah selesai
: esok pagi!

(1979)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar