oleh: Giyarno Emha
(satu)
(satu)
Yogya sedang tidur
tanpa turis dan pelancong
di Malioboro sunyi telah lengkap
dengan tubuh-tubuh memar
telungkup sepanjang trotoar
kudengar derap andong menjauh
dan ringkik kuda
di luar tembok keraton
di antara tembang pangkur
dan riuh mesin
masih adakah Ainun, Linus, Korrie
yang setia menulis sajak
ketika matahari tersungkur
di Malioboro yang bengkak
(dua)
di matamu tiada lagi matahari
senyum alam dan bukit-bukit hijau
kemarau menunggu di tikungan
melengkapkan musim lain
yang aneh hitungannya
begitulah kita jauh mengembara
dengan andong Yogya
dan nasi gudeg
menunju satu Dunia
(1983)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar