oleh: Giyarno Emha
kita kembali ke dalam hutan itu, ketika tiba-tiba
kita kembali ke dalam hutan itu, ketika tiba-tiba
aku lantang berseru: di manakah engkau, Wanitaku?
akulah Adam yang perkasa, yang lahir dari cahaya
suaraku yang asing memanjang dalam gema
sampai bukit, lembah dan cakrawala
ah, engkau yang mendadak muncul dari tulang igaku
diam-diam memanjat Pohon Keramat
engkau petik buah kuldi untuk saling dibagi
dan kita pun berpandangan dalam api
begitu saja terlena, dalam kekosongan abadi
dahulu, Musa menemu sabda pada log batu
dan mengukirnya pada dinding candi
dalam penempuhan, zaman demi zaman
kita pun memburu aksara tak menentu
setia menghitung langkah kaki
di bawah matahari
: satu
dua
satu
dua
satudua
dan tak pernah sampai Omega
fana!
(1982)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar