oleh: Giyarno Emha
Angin pun pasti lalu, meninggalkan kamar ini
Angin pun pasti lalu, meninggalkan kamar ini
Sebuah musim menanti, ambang petang
yang menggosok kemarau panjang
Helai sepi dilepaskan
Di manakah engkau, Sosok Berbayang?
Di manakah rindu yang sejak lama kutitipkan?
Cuma gerimis senja membeku di kaca jendela
Pemberontakan yang sejak siang disiapkan
Seperti Adam, tiba-tiba aku sampai di sini
Sebuah jalan memanjang
Di bawah matahari
Pantai-pantai masih dingin dan kota-kota lengang
Seperti pada hari pertama, suaraku asing
: Di manakah Hawa terbaring?
Mendadak engkau pun datang padaku
bagai ombak pasang
Menghantam karang, di hatiku
(1981)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar