Rabu, 07 Desember 2011

Elegi Biru

oleh: Giyarno Emha


Angin pun pasti lalu, meninggalkan kamar ini
Sebuah musim menanti, ambang petang
yang menggosok kemarau panjang
Helai sepi dilepaskan

Di manakah engkau, Sosok Berbayang?
Di manakah rindu yang sejak lama kutitipkan?
Cuma gerimis senja membeku di kaca jendela
Pemberontakan yang sejak siang disiapkan

Seperti Adam, tiba-tiba aku sampai di sini
Sebuah jalan memanjang
Di bawah matahari
Pantai-pantai masih dingin dan kota-kota lengang

Seperti pada hari pertama, suaraku asing
: Di manakah Hawa terbaring?
Mendadak engkau pun datang padaku
bagai ombak pasang
Menghantam karang, di hatiku

(1981)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar